Rabu, 14 Desember 2011

PSPS PEKANBARU

PSPS (Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya) adalah klub sepak bola kebanggaan kota Pekanbaru, Riau. PSPS di Bentuk Pada tahun 1955 dan di Beri Julukan Askar Bertuah . Home Base PSPS adalah di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai, Pekanbaru . Tapi Saat ini PSPS Belum Bisa Menggunakan Stadion  karena sedang Di Renovasi Guna Perhelatan Sepakbola PON RIAU 2012 . PSPS Saat ini Berhome Base di Stadion Sport Centre Kuansing , Taluk Kuantan,Riau. Namun Latihan & Mess PSPS tetap di Pekanbaru. Saat ini PSPS Di Latih Mundari Karya .
Sekilas Perjalanan
PSPS memasuki divisi utama untuk pertama kalinya setelah dalam penantian 43 tahun. Tahun 2008 merupakan kali kedua PSPS berkiprah di Divisi Utama setelah sempat terdegradasi.PSPS promosi ke Divisi Utama untuk pertama kalinya dengan predikat juara divisi satu dengan mengalahkan PS Indocement Cirebon 2-1 di Final yang diselenggarakan di Stadion Sanggraha Lebak Bulus Jakarta.
Para pemain yang memperkuat PSPS saat itu antara lain Miskardi, Mourmada Marco, Simon Tin Atangana, Essama Amougu Raymond, Aidil Desfi, Darwin, Dodi Cahyadi, Agus Rianto, Toyo Hariono, dan lainnya.
Setelah masuk ke Divisi Utama, PSPS sempat diperkuat oleh nama-nama tenar yang telah lama malang melintang di Liga Indonesia, seperti Sudirman, Adnan Mahing, Ritham Madubun,Rahmad M. Rivai, (alm) Chairul Minan, Rusdianto, Rino Yuska, Nova Zaenal, Gustavo Hernan Ortiz, I Komang Mariawan, Ebwelle Bertin, Felipe E. Cortez, Joe Nagbe, Moses Nyewan, M. Affan Lubis, Mbeng Jean, Joseph Lewono, Alejandro Castro dan beberapa nama lainnya.
PSPS pernah mengalami masa jayanya sewaktu berhasil merekrut pemain-pemain Timnas Indonesia, seperti Kurniawan Dwi Yulianto, Bima Sakti, Eko Purjianto, Aples Gideon Tecuari,Hendro Kartiko, Sugiyantoro, Edu Juanda, dan Amir yusuf Pohan. Ini berakhir pada musim 2004, saat PSPS mulai melakukan perombakan setelah gagal mewujudkan target juara dalam 2 musim. Ditambah lagi dengan insiden skorsing yang menimpa 3 orang pilar PSPS akibat sikap tidak profesional terhadap wasit.
Performa Tim
Selama dibawah kendali pelatih Syafrianto Rusli, PSPS memperlihatkan kemajuan yang cukup mengesankan, sebelumnya keadaan PSPS di Liga Divisi Satu terlihat timbul-tenggelam karena ketidakseriusan pemain dan manajemen tim. Semenjak ditangani oleh Syafrianto Rusli, frekuensi kemenangan baik di kandang maupun tandang mengalami perkembangan yang signifikan. Itu juga berlaku pada 'saudara mudanya', Persih Indragiri Hilir. Kedua 'kakak-beradik' ini berpacu untuk mendapatkan tempat di Divisi Utama Liga Indonesia pada musim yang akan datang.
Mulai musim kompetisi 2008, PSPS naik ke Liga Divisi Utama. Kursi pelatih dipercayakan kepada Mundari Karya. Namun, karena belum jelasnya kesepakatan dengan manajemen, Mundari Karya menangani tim PSPS[rujukan?], dan ditunjuklah mantan pelatih kepala Persitara Jakarta Utara Abdurrahman Gurning sebagai pengganti Mundari Karya.
Semenjak putaran ke II musim kompetisi Liga Indonesia 2007, Management TIM PSPS telah diganti. sebagai Manager Drs. Destrayani Bibra, Ass. Manager Ir. Dityo Pramono dan sekretaris Tim Drs. Fardiyansyah Akt. Dengan Managemen baru Tim PSPS berhasil menggeliat dalam percaturan Liga Divisi Utama. Pada musim kompetisi Liga Indonesia 2008, PSPS Pekanbaru mempercayakan Tim dilatih oleh A.R. Gurning, yang biasa di panggil "Bang Haji". Dan di awal musim kompetisi PSPS telah menunjukan kemajuan yang sangat baik, dengan menduduki posisi teratas sementara dengan 6 kemenangan dan 2 kali seri serta tidak terkalahkan. Hasilnya PSPS Pekanbaru langsung promosi ke Liga Super Indonesia 2009-10 setelah meduduki peringkat 3 divisi utama.
Supporter
PSPS memiliki suporter fanatik, Asykar Theking . Dan memiliki suporter garis keras yang berada di tribun Utara ," Ultras 1955 ",dengan semboyan O.S.N.E (Our Spirit Never Ending). Tribun utara di stadion rumbai sering juga disebut" CURVA NORD " Tempat penonton Yang kebanyakan menutup wajahnya saat pertandingan berlangsung,serta mengibarkan bendera,banners,dan flare serta smokebomb sebagai sinyal tidak puas terhadap penampilan Tim.
Catatan Prestasi
Liga Indonesia  1996/97: Peringkat ke-3 Grup B, Putaran 2 Divisi Utama 1998/99: Juara Divisi Utama (promosi ke Liga Indonesia) 1999/00: Peringkat ke-5 Wilayah Barat 2001: Peringkat ke-6 Wilayah Barat 2002: Peringkat ke-5 Wilayah Barat 2003: Peringkat ke-9 2004: Peringkat ke-16 (degradasi ke Divisi Utama) 2005: Peringkat ke-14 Wilayah Barat (play-off, degradasi ke Divisi 1) 2006: Peringkat ke-4 Divisi 1 2007: Peringkat ke-4 Wilayah I Divisi 1 (promosi ke Divisi Utama) 2008/09: Peringkat ke-3 Divisi Utama (promosi ke Superliga) Superliga Indonesia 2009/10: Peringkat ke-72010/11: Peringkat ke-11 Piala Indonesia  2005: Putaran 2 2006: Putaran 2 2007: Babak Kualifikasi 2008/09: Putaran 2 2009/10: Putaran 1

0 komentar:

Poskan Komentar

 

Cyber Info © 2008. Design By: SkinCorner